Kamis, 11 Januari 2018

Kritik Arsitektur terhadap Istana Bogor

SEJARAH ISTANA BOGOR


Istana Bogor adalah istana terindah dari enam Istana Kepresidenan RI. Keunikannya tentu saja adalah keindahan danau dan Kebun Raya Bogor yang melingkupinya serta rusa-rusa jinak yang sengaja didatangkan dari Nepal. Istana Bogor dahulu disebut “Buitenzorg” yang artinya “tanpa kekhawatiran”. Pada 1744, Gubernur Jenderal van Imhoff terkesima dengan kedamaian sebuah desa kecil di Bogor dan berencana membangun istana di sini. Istana Bogor awalnya dibuat 3 tingkat dan dibuat menyerupai Blehheim Palace di Oxford, Inggris.
Pada 10 Oktober 1834, Gunung Salak meletus dan menyebabkan istana ini roboh akibat gempa vulkanik. Pada tahun 1850, istana ini dibangun kembali, namun hanya satu lantai karena kondisi Indonesia yang sering dilanda gempa. Sejak tahun 1870-1942, istana ini telah menjadi tempat kediaman resmi dari 38 gubernur jenderal Hindia Belanda dan satu gubernur jenderal Inggris, siapa lagi kalau bukan Raffles. Bak Gedung Putih, istana ini juga menyimpan ratusan karya seni seperti lukisan karya Basuki Abdullah, patung Hercules, dan patung Pegasus



KRITIK DESKRIPTIF ISTANA BOGOR

Istana Bogor mempunyai bangunan induk dengan sayap kiri serta kanan. Keseluruhan kompleks istana mencapai luas 1,5 hektare.
Bangunan induk Istana Bogor terdiri dari
  • Bangunan induk istana berfungsi untuk menyelenggarakan acara kenegaraan resmi, pertemuan, dan upacara.
  • Sayap kiri bangunan yang memiliki enam kamar tidur digunakan untuk menjamu tamu negara asing.
  • Sayap kanan bangunan dengan empat kamar tidur hanya diperuntukan bagi kepala negara yang datang berkunjung.
  • Bangunan ini termasuk lima paviliun terpisah.
  • Kantor pribadi Kepala Negara
  • Perpustakaan
  • Ruang makan
  • Ruang sidang menteri-menteri dan ruang pemutaran film
  • Ruang Garuda sebagai tempat upacara resmi
  • Ruang teratai sebagai sayap tempat penerimaan tamu-tamu negara.
  • Kaca Seribu
  • Bangunan tersebut dikelilingi oleh taman yang luas dan kolam yang indah yang membuat nuansa di sekitar bangunan menjadi lebih nyaman.

sumber :

KONSERVASI ARSITEKTUR

Konservasi Arsitektur Pelestarian Cagar Budaya  Kawasan Kampung Luar Batang BAB IV USULAN DAN PELESTARIAN KAWASAN 4.1 Kesimpula...