SEJARAH
ISTANA BOGOR
Istana
Bogor adalah istana terindah dari enam Istana Kepresidenan RI. Keunikannya
tentu saja adalah keindahan danau dan Kebun Raya Bogor yang melingkupinya serta
rusa-rusa jinak yang sengaja didatangkan dari Nepal. Istana Bogor dahulu
disebut “Buitenzorg” yang artinya “tanpa kekhawatiran”. Pada 1744, Gubernur
Jenderal van Imhoff terkesima dengan kedamaian sebuah desa kecil di Bogor dan
berencana membangun istana di sini. Istana Bogor awalnya dibuat 3 tingkat dan
dibuat menyerupai Blehheim Palace di Oxford, Inggris.
Pada
10 Oktober 1834, Gunung Salak meletus dan menyebabkan istana ini roboh akibat
gempa vulkanik. Pada tahun 1850, istana ini dibangun kembali, namun hanya satu
lantai karena kondisi Indonesia yang sering dilanda gempa. Sejak tahun
1870-1942, istana ini telah menjadi tempat kediaman resmi dari 38 gubernur
jenderal Hindia Belanda dan satu gubernur jenderal Inggris, siapa lagi kalau
bukan Raffles. Bak Gedung Putih, istana ini juga menyimpan ratusan karya seni
seperti lukisan karya Basuki Abdullah, patung Hercules, dan patung Pegasus
KRITIK
DESKRIPTIF ISTANA BOGOR
Istana Bogor mempunyai bangunan induk dengan sayap
kiri serta kanan. Keseluruhan kompleks istana mencapai luas 1,5 hektare.
Bangunan induk Istana Bogor terdiri dari
- Bangunan
induk istana berfungsi untuk menyelenggarakan acara kenegaraan resmi,
pertemuan, dan upacara.
- Sayap
kiri bangunan yang memiliki enam kamar tidur digunakan untuk menjamu tamu
negara asing.
- Sayap
kanan bangunan dengan empat kamar tidur hanya diperuntukan bagi kepala
negara yang datang berkunjung.
- Bangunan
ini termasuk lima paviliun terpisah.
- Kantor
pribadi Kepala Negara
- Perpustakaan
- Ruang
makan
- Ruang
sidang menteri-menteri dan ruang pemutaran film
- Ruang
Garuda sebagai tempat upacara resmi
- Ruang
teratai sebagai sayap tempat penerimaan tamu-tamu negara.
- Kaca
Seribu
- Bangunan
tersebut dikelilingi oleh taman yang luas dan kolam yang indah yang
membuat nuansa di sekitar bangunan menjadi lebih nyaman.
sumber :
